Menguasai Active Voice dan Passive Voice: Panduan Lengkap dengan Contoh – Dalam bahasa Inggris, struktur kalimat dapat di bentuk dalam dua bentuk utama, yaitu Active Voice dan Passive Voice. Pemahaman yang baik tentang kedua bentuk ini sangat penting untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam penulisan akademik dan profesional. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan antara Active Voice dan Passive Voice, serta memberikan contoh penggunaannya dalam berbagai konteks.
Baca juga : Masa Depan FEB UI: Visi dan Strategi Calon Dekan Baru
Apa Itu Active Voice dan Passive Voice?
Active-Voice dan Passive Voice adalah dua cara berbeda dalam menyusun kalimat berdasarkan siapa yang melakukan tindakan dan bagaimana tindakan tersebut di sampaikan.
Active Voice
Active Voice adalah bentuk kalimat di mana subjek melakukan tindakan terhadap objek. Kalimat ini lebih langsung, jelas, dan sering di gunakan dalam komunikasi sehari-hari.
Contoh Active Voice:
- The teacher explains the lesson. (Guru menjelaskan pelajaran.)
- She writes a letter. (Dia menulis sebuah surat.)
- They built a new house. (Mereka membangun rumah baru.)
Passive Voice
Passive Voice adalah bentuk kalimat di mana fokus utama adalah pada objek yang menerima tindakan, bukan pada siapa yang melakukan tindakan. Kalimat ini sering digunakan dalam tulisan akademik dan laporan resmi.
Contoh Passive Voice:
- The lesson is explained by the teacher. (Pelajaran dijelaskan oleh guru.)
- A letter is written by her. (Sebuah surat di tulis oleh dia.)
- A new house was built by them. (Rumah baru di bangun oleh mereka.)
Perbedaan Active Voice dan Passive Voice
Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara Active Voice dan Passive Voice:
| Aspek | Active Voice | Passive Voice |
|---|---|---|
| Fokus Kalimat | Subjek yang melakukan tindakan | Objek yang menerima tindakan |
| Struktur Kalimat | Subjek + Verb + Objek | Objek + To Be + Verb (Past Participle) + By + Subjek |
| Kejelasan Makna | Lebih langsung dan jelas | Lebih formal dan sering di gunakan dalam laporan |
| Penggunaan | Percakapan sehari-hari, tulisan kreatif | Laporan akademik, berita, dokumen resmi |
Cara Mengubah Active Voice ke Passive Voice
Untuk mengubah kalimat dari Active Voice ke Passive Voice, ikuti langkah-langkah berikut:
- Identifikasi Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat aktif.
- Pindahkan objek ke posisi subjek dalam kalimat pasif.
- Gunakan bentuk to be sesuai dengan tense yang di gunakan.
- Gunakan bentuk past participle dari kata kerja utama.
- Tambahkan “by” jika ingin menyebutkan pelaku tindakan.
Contoh Konversi:
- Active Voice: The chef prepares the meal. (Koki menyiapkan makanan.)
- Passive Voice: The meal is prepared by the chef. (Makanan di siapkan oleh koki.)
Penggunaan Active Voice dan Passive Voice dalam Berbagai Konteks
1. Dalam Tulisan Akademik
Passive Voice sering di gunakan dalam jurnal ilmiah dan laporan penelitian untuk menekankan hasil daripada pelaku tindakan.
- Passive: The experiment was conducted by the researchers. (Eksperimen di lakukan oleh para peneliti.)
2. Dalam Berita dan Laporan
Passive Voice di gunakan dalam berita untuk menyoroti kejadian daripada siapa yang melakukan tindakan.
- Passive: A new policy was introduced by the government. (Kebijakan baru di perkenalkan oleh pemerintah.)
3. Dalam Percakapan Sehari-hari
Active Voice lebih umum di gunakan dalam percakapan karena lebih jelas dan langsung.
- Active: She bought a new phone. (Dia membeli ponsel baru.)
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara Active Voice dan Passive Voice sangat penting untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris. Active Voice lebih sering di gunakan dalam komunikasi sehari-hari karena lebih jelas dan langsung, sementara Passive Voice lebih umum dalam tulisan akademik dan laporan resmi. Dengan memahami cara mengubah kalimat dari bentuk aktif ke pasif, kita dapat menggunakan kedua bentuk ini secara efektif sesuai dengan konteks yang di perlukan.