Persijap Jepara Tak Terkalahkan di Kandang Selama 6 Tahun: Modal Emas Menuju Liga 1 2025/2026 – Dalam dunia sepak bola, kekuatan kandang sering kali menjadi pembeda antara tim biasa dan tim luar biasa. Di Indonesia, salah satu klub yang berhasil membuktikan dominasi kandangnya secara konsisten adalah Persijap Jepara. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat ini mencatatkan rekor luar biasa: hanya satu kali kalah di kandang dalam enam tahun terakhir. Catatan ini menjadi modal berharga bagi Persijap yang baru saja promosi ke BRI Liga 1 2025/2026, setelah menanti selama lebih dari satu dekade.
Kembali ke Kasta Tertinggi Setelah 11 Tahun
Persijap Jepara terakhir kali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2014. Setelah terdegradasi, klub ini sempat mengalami pasang surut di Liga 2. Namun, musim 2024/2025 menjadi titik balik. Persijap berhasil menembus babak delapan besar dan mengamankan tiket promosi bersama PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC.
Kembalinya Persijap ke Liga 1 disambut antusias oleh publik Jepara. Namun, yang lebih menarik perhatian adalah rekor kandang mereka yang nyaris sempurna di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK).
Statistik Kandang: Satu Kekalahan dalam Enam Tahun
Presiden klub, M. Iqbal Hidayat, mengungkapkan bahwa sejak 2019, Persijap hanya sekali kalah saat bermain di GBK. Bahkan, dalam beberapa musim, mereka harus bermain sebagai tim musafir karena renovasi stadion, namun tetap menjaga deposit qris performa kandang saat kembali ke Jepara.
| Musim | Jumlah Laga Kandang | Menang | Seri | Kalah |
|---|---|---|---|---|
| 2019–2020 | 6 | 5 | 1 | 0 |
| 2021–2022 | 7 | 6 | 1 | 0 |
| 2022–2023 | 8 | 6 | 2 | 0 |
| 2023–2024 | 9 | 7 | 1 | 1 |
| 2024–2025 | 10 | 8 | 2 | 0 |
Total: 40 laga kandang, 32 menang, 7 seri, 1 kalah.
Faktor Kunci: Atmosfer GBK dan Dukungan Suporter
Menurut Iqbal Hidayat, kekuatan kandang Persijap bukan hanya soal taktik, tetapi juga emosi dan ikatan antara pemain dan suporter. Stadion Gelora Bumi Kartini selalu dipenuhi oleh suporter fanatik Laskar Kalinyamat, yang dikenal loyal dan vokal.
“Bermain di Jepara itu beda. Pemain merasa seperti di rumah sendiri. Mereka tahu kondisi lapangan slot 777, dan atmosfernya luar biasa. Suporter kami adalah pemain ke-12 yang sesungguhnya,” ujar Iqbal.
Strategi Persijap Menatap Liga 1
Menghadapi tantangan Liga 1 yang jauh lebih kompetitif, manajemen Persijap tidak tinggal diam. Mereka telah melakukan sejumlah langkah strategis:
1. Rekrutmen Pemain Asing Berkualitas
Persijap telah mengisi setengah slot pemain asing dengan mendatangkan:
- Sakyu Elvis (Gelandang, Ghana)
- Tiga pemain asing lainnya yang diperkenalkan saat bursa slot bet 100 transfer
Langkah ini menunjukkan keseriusan klub dalam membangun skuad yang kompetitif.
2. Perpanjangan Kontrak Pemain Kunci
Beberapa pemain lokal yang menjadi tulang punggung tim di Liga 2 telah diperpanjang kontraknya, termasuk:
- Dendy Sulistyawan (bek tengah)
- Rizky Ramadhan (penjaga gawang)
- Fajar Nugroho (gelandang bertahan)
3. Peningkatan Infrastruktur
Stadion GBK kini telah dilengkapi dengan:
- Lampu stadion berstandar Liga 1
- Ruang ganti modern
- Sistem tiket elektronik
- Kamera VAR (Video Assistant Referee) yang akan diuji coba musim ini
Tantangan di Liga 1: Konsistensi dan Adaptasi
Meski memiliki rekor kandang impresif, Persijap tetap harus menghadapi tantangan besar di Liga 1:
- Kualitas lawan yang lebih tinggi, seperti Persib, Persija, dan Borneo FC
- Jadwal padat dan perjalanan jauh
- Tekanan mental dan ekspektasi publik
Namun, dengan fondasi kuat di kandang dan dukungan penuh dari masyarakat Jepara, Persijap memiliki peluang besar untuk bertahan dan bahkan bersinar di kasta tertinggi.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Sponsor
Pemerintah Kabupaten Jepara turut memberikan dukungan penuh, baik dari sisi anggaran maupun promosi. Selain itu, beberapa sponsor lokal dan nasional telah bergabung, termasuk:
- Bank Jateng
- Jepara Furniture Association
- Produsen apparel lokal
Dukungan ini menjadi tambahan energi bagi klub untuk terus berkembang secara profesional.
Suporter Laskar Kalinyamat: Nyawa Persijap
Tak bisa dipungkiri, suporter adalah elemen vital dalam kesuksesan mahjong kandang Persijap. Kelompok suporter seperti Jetman (Jepara Team Mania) dan Ultras Kalinyamat selalu hadir dengan koreografi, chant, dan semangat yang membakar semangat pemain.
Mereka juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti:
- Donor darah massal
- Aksi bersih stadion
- Penggalangan dana untuk korban bencana
Penutup: Dari Benteng GBK Menuju Panggung Nasional
Rekor kandang Persijap Jepara selama enam tahun terakhir bukan sekadar statistik—ia adalah simbol konsistensi, loyalitas, dan semangat kolektif. Kini, dengan promosi ke Liga 1, tantangan sesungguhnya dimulai. Namun, dengan fondasi yang kuat di kandang, strategi rekrutmen yang cerdas, dan dukungan penuh dari suporter serta pemerintah daerah, Persijap siap menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Musim 2025/2026 akan menjadi panggung pembuktian: apakah benteng Gelora Bumi Kartini tetap tak tergoyahkan di hadapan raksasa-raksasa Liga 1?