Program PPDS Anestesi FK Undip Kembali Dibuka di RSUP Dr. Kariadi: Komitmen Baru untuk Pendidikan Kedokteran yang Lebih Baik

Program PPDS Anestesi FK Undip Kembali Dibuka di RSUP Dr. Kariadi

Program PPDS Anestesi FK Undip Kembali Dibuka di RSUP Dr. Kariadi: Komitmen Baru untuk Pendidikan Kedokteran yang Lebih Baik – Setelah sempat dihentikan, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) yang dijalankan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang, kini resmi kembali dibuka. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada 20 Mei 2025, bertepatan dengan slot bet 800 peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Pembukaan kembali program ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dokter spesialis serta memastikan lingkungan belajar yang lebih aman dan profesional.

Perbaikan Tata Kelola dan Pencegahan Perundungan

Sebelum program ini kembali dibuka, RSUP Dr. Kariadi dan FK Undip telah melakukan berbagai perbaikan yang diminta oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sebanyak 35 langkah perbaikan telah diterapkan, termasuk:

  • Pemasangan CCTV di area layanan dan pendidikan untuk meningkatkan pengawasan.
  • Pembaruan standar operasional prosedur (SOP) guna memastikan situs slot777 sistem pendidikan yang lebih baik.
  • Penguatan sistem pelaporan insiden, sehingga peserta didik dapat melaporkan kejadian yang tidak sesuai dengan standar pendidikan.

Pembatasan Jam Kerja Residen

Salah satu kebijakan baru yang diterapkan adalah pembatasan jam kerja peserta didik PPDS maksimal 80 jam per minggu. Kebijakan ini bertujuan untuk:

  • Menjaga keselamatan pasien dengan memastikan tenaga medis tetap dalam kondisi optimal.
  • Melindungi kesehatan residen, sehingga mereka dapat menjalani pendidikan dengan lebih baik tanpa tekanan berlebihan.

Komitmen FK Undip dan RSUP Dr. Kariadi

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, menegaskan bonus new member 100 bahwa FK Undip dan RSUP Dr. Kariadi memiliki hubungan kerja sama yang erat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dokter spesialis. Ia menyebutkan bahwa kedua institusi ini seperti “kembar siam”, yang tidak bisa dipisahkan dalam pengembangan pendidikan kedokteran.

Selain itu, pihak rumah sakit juga telah membuka kanal pelaporan seperti Halo Undip dan help desk, yang memungkinkan peserta didik melaporkan potensi perundungan atau pelanggaran lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *